Login or Register to make a submission.

Submission Preparation Checklist

As part of the submission process, authors are required to check off their submission's compliance with all of the following items, and submissions may be returned to authors that do not adhere to these guidelines.
  • The submission has not been previously published, nor is it before another journal for consideration (or an explanation has been provided in Comments to the Editor).
  • The submission file is in OpenOffice, Microsoft Word, or RTF document file format.
  • Where available, URLs for the references have been provided.
  • The text is single-spaced; uses a Cambria 12-pt font; employs italics, rather than underlining (except with URL addresses); and all illustrations, figures, and tables are placed within the text at the appropriate points, rather than at the end.
  • The text adheres to the stylistic and bibliographic requirements outlined in the Author Guidelines.

Author Guidelines

ONLINE SUBMISSION

Naskah disubmit melalui open journal system (OJS) di alamat http://www.bkpsl.org/ojswp/index.php/jplb.

Sudah punya akun (username & passsword) pada Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (JPLB) ? Silahkan pilih Login.

Anda belum mempunyai akun (username & passsword) ? Silahkan lakukan registrasi terlebih dahulu (Register).

Registrasi dan/atau Login dibutuhkan untuk melakukan proses submit naskah secara online, serta untuk melakukan pemeriksaan status dari naskah yang telah disubmit.

Apabila mengalami kesulitan dapat menghubungi kami melalui email : jurnalbkpsl@gmail.com atau jplb@bkpsl.org.

 

PANDUAN PENULISAN JURNAL

>>> Download Panduan Penulisan Jurnal (JPLB) <<<

Penulisan naskah yang akan disubmit pada Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (JPLB) harus mengikuti gaya selingkung yang digunakan oleh JPLB. Kami menghimbau kepada para penulis agar mengikuti PANDUAN PENULISAN JURNAL yang dijelaskan pada bagian bawah tulisan ini atau dapat diunduh melalui link diatas, serta menggunakan TEMPLATE yang telah disediakan untuk memudahkan dalam penulisan naskah.

 

Pedoman Penulisan. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (JPLB) menerima dan memuat naskah hasil analisis penelitian dengan maksimal jumlah halaman 15 halaman (termasuk tabel dan gambar). Naskah ditulis dalam ukuran kertas B5 (182 x 257 mm), menggunakan margin atas dan bawah 2,54 cm dan margin kiri dan kanan 1,9 cm.

Format Naskah.

Naskah ditulis dengan urutan judul naskah, nama penulis (nama depan disingkat dan nama belakang ditulis lengkap), afiliasi penulis (email korespondensi ditulis pada catatan kaki), abstrak bahasa Indonesia dan Inggris, pendahuluan, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka.

Judul. Judul naskah ditulis paling banyak lima belas (15) kata, tidak termasuk kata depan dan kata sambung, dan maksimal tiga baris. Penulisan huruf kapital digunakan di awal kata pada judul dan nama geografis (nama sungai/provinsi). Huruf kapital pada semua huruf hanya dituliskan pada penamaan model yang umum digunakan, misalnya untuk menuliskan weather research modelling menjadi WRF. Nama latin dapat dituliskan italic sesuai dengan pedoman.

Nama Penulis. Nama penulis ditulis tanpa gelar. Nama depan penulis disingkat lalu diberi tanda titik (.) dan dilanjutkan nama belakang penulis yang ditulis lengkap. Contoh penulisan nama penulis: Sri Ayudia Muslimah menjadi S. A. Muslimah. Nama penulis pertama dan kedua, serta nama penulis kedua dan selanjutnya dipisahkan dengan tanda koma (,). Jika nama penulis lebih dari satu (1) maka sebelum nama penulis terakhir tidak dituliskan kata “dan”. Contoh penulisan: H. Effendi, S. A. Muslimah, A. K. Wijayanto.

Afiliasi Penulis. Afiliasi penulis ditulis lengkap nama jurusan/departemen, instansi, kota, dan negara penulis. Penulis koresponden menuliskan email korespondensi pada catatan kaki dengan tanda bintang (*) pada akhir nama penulis sebagai penanda penulis koresponden.

Abstrak. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak ditulis maksimal 200 kata (termasuk kata depan dan kata sambung). Abstrak dilengkapi dengan kata kunci (abstrak bahasa Indonesia) dan keywords (abstrak dalam bahasa Inggris). Jumlah kata kunci/keywords maksimal 5 kata kunci/keywords.

Pendahuluan. Berisi teori, latar belakang yang disertai penelitian sebelumnya (yang mendukung alasan kuat dilakukannya penelitian), dan tujuan dari penelitian.

Metodologi. Berisi lokasi kajian, waktu penelitian, dan prosedur analisis data. Mendeskripsikan alur proses analisis.

Hasil dan pembahasan. Menyajikan hasil yang disertai analisis dan pembahasan, didukung dengan referensi dari penelitian sebelumnya. Dapat dilengkapi dengan ilustrasi berupa tabel, grafik, atau peta.

Kesimpulan dan saran. Kesimpulan menjawab tujuan, sedangkan saran mendeskripsikan secara spesifik untuk kemajuan analisis. Saran bersifat optional.

Ucapan terima kasih. Ditujukan kepada lembaga tertentu atau badan yang terlibat dalam penelitian. Bagian ucapan terima kasih juga bersifat optional

 

Rujukan dalam Naskah. Cara penulisan sitiran pada naskah dapat dilakukan dengan menulis nama belakang penulis kemudian tahun terbitan (tahun terbitan berada di dalam kurung), seperti Mirna (2010). Penulisan sitiran juga dapat dilakukan dengan menulis nama belakang penulis dan tahun terbitan yang keduanya di dalam kurung tanpa dipisahkan koma, seperti (Indra 2015). Apabila rujukan merupakan nama lembaga yang disingkat, maka ditulis singkatannya saja kemudian diikuti tahun terbitan di dalam kurung atau keduanya di dalam kurung tanpa diikuti koma, seperti BPS (2010) atau (BPS 2010). Apabila merujuk peraturan pemerintah atau keputusan menteri, penulisan sitiran dilakukan dengan menuliskan nama dokumen tersebut (boleh disingkat) diikuti nomor dan tahun dokumen, serta tentang dokumen (bersifat pilihan). Contoh penulisan dokumen pada naskah yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2011 atau PP No. 66 Tahun 2011 atau PP No. 66 Tahun 2011 tentang kode dan data wilayah administrasi pemerintahan atau Pemerintah Nomor 66 Tahun 2011 tentang kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. Penulisan et al. digunakan apabila jumlah penulis pada pustaka tersebut lebih dari dua penulis. Contoh penulisannya, Effendi et al. 2016 atau (Effendi et al. 2016).

 

Daftar pustaka. Pustaka yang diperbolehkan untuk dijadikan acuan terbagi dua yaitu pustaka primer berupa buku dan jurnal, dan pustaka sekunder berupa skripsi/tesis/disertasi dan tulisan ilmiah dari internet. Jumlah pustaka acuan minimal 10 pustaka dengan komposisi pustaka primer 70% dan pustaka sekunder 30%. Penulisan acuan pada naskah ditulis dengan nama akhir penulis dan  diikuti tahun  penerbitan karya ilmiah. Penulisan daftar pustaka dengan mengurutkan nama penulis berdasarkan abjad.

 Jurnal

Apabila jurnal yang dirujuk adalah jurnal berbahasa Indonesia maka nama penulis dipisahkan dengan “dan”, sedangkan apabila jurnal berbahasa Inggris maka nama penulis dipisahkan dengan “and”. Nama penulis jurnal dituliskan dengan menuliskan nama belakang penulis terlebih dahulu kemudian diikuti singkatan dari nama depan penulis. Misal nama penulis adalah Levin Marque David maka nama penulis pada daftar pustaka ditulis David LM. Judul artikel jurnal ditulis dengan huruf kapital pada huruf awal di kata pertama, begitu pula pada nama geografis, nama negara dan jenis penulisan huruf kapital lainnya sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD). Nama jurnal ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama di setiap kata.

Urutan penulisan daftar pustaka dari jurnal yaitu: Nama penulis. Tahun. Judul. Nama Jurnal Volume(Nomor): Halaman.

Contoh penulisan: David LM and Nair PR. 2013. Tropospheric column O3 and NO2 over the Indian region observed by Ozone. Atmospheric Environment 65(1): 25-39.

Prosiding

Penulisan daftar pustaka untuk prosiding memiliki urutan nama penulis, tahun terbitan, judul naskah, nama prosiding dan penerbit. Nama penulis dituliskan dengan menuliskan nama belakang penulis terlebih dahulu kemudian diikuti singkatan dari nama depan penulis, misalnya Irza Arnita Nur maka ditulis Nur IA. Nama judul naskah ditulis dengan huruf kapital pada huruf awal di kata pertama, nama geografis, nama negara dan jenis penulisan huruf kapital lainnya sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD). Setelah penulisan nama naskah, diberikan tanda seperti berikut [Proceeding/Prosiding], yang penulisannya disesuaikan dengan bahasa yang digunakan dalam prosiding tersebut, Proceeding (bahasa Inggris) dan Prosiding (Indonesia).

Urutan penulisan daftar pustaka dari prosiding yaitu: Nama Penulis. Tahun. Judul Naskah [Proceeding/Prosiding]. Nama Prosiding. Penerbit.

Contoh penulisan: Nur IA. 2016. Spatial distributions of nitrogen dioxide over Jakarta [Proceeding]. Proceeding of Lisat Symposium. IOP Conference Series.

Buku

Apabila buku dikeluarkan oleh badan/lembaga yang memiliki nama tergolong panjang, maka nama badan/lembaga tersebut dapat disingkat. Misalnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika disingkat menjadi BMKG. Nama badan/lembaga tersebut diberikan kurung siku buka dan tutup, ditulis [BMKG]. Urutan penulisan daftar pustaka dari buku yaitu nama penulis, tahun, judul, penerbit, kota terbit. Penulisan daftar pustaka nama badan/lembaga yaitu [Singkatan] Kepanjangan. Tahun. Judul. Penerbit. Kota Terbit. Apabila buku tersebut memiliki editor maka urutan penulisan daftar pustaka tersebut menjadi Nama penulis. Tahun. Judul. Ed. Nama editor. Penerbit. Kota terbit. Nama penulis buku dan nama editor ditulis dengan nama belakang terlebih dahulu kemudian diikuti nama depan penulis yang telah disingkat, seperti Hefni Effendi menjadi Effendi H. Nama judul buku ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama di kata awal, begitu pula dengan nama geografis, nama negara dan jenis penulisan huruf kapital lainnya sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD). Berikut contoh penulisan daftar pustaka dari rujukan buku:

[BMKG] Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. 2008. Panduan menggunakan GrADS untuk pemula. BMKG. Jakarta.

Effendi H. 2010. Telaga warna. IPB Press. Bogor

Heryanto AG. Kajian daya tampung beban pencemaran di Sungai Cimanuk. IPB Press. Bogor.

Wijayanto AK. 2017. Sistem informasi geografis. Ed. Setiawan Y. IPB Press. Bogor.

 Skripsi/Tesis/Disertasi.

Urutan penulisan rujukan dari skripsi, tesis dan disertasi yaitu nama penulis, tahun, judul, skripsi/tesis/disertasi, institusi/universitas dan kota. Nama penulis ditulis dengan menuliskan nama belakang penulis terlebih dahulu kemudian diikuti singkatan dari nama depan penulis, misalnya Gatot Prayoga maka ditulis Prayoga G. Nama judul skripsi/tesis/disertasi ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama di kata awal, begitu pula dengan nama geografis, nama negara dan jenis penulisan huruf kapital lainnya sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD). Berikut contoh penulisan daftar pustaka dari skripsi/tesis/disertasi:

Muslimah SA. 2018. Pemodelan ozon troposferik di Indonesia dengan memanfaatkan data ozone monitoring instrument [Tesis]. Departemen Klimatologi Terapan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Prayoga G. 2018. Kandungan logam berat dalam sedimen dan status mutu perairan Segara Anakan bagian timur, Cilacap, Jawa Tengah [Skripsi]. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Dokumen Negara

Jenis dokumen negara yang dituliskan di daftar pustaka antara lain peraturan pemerintah, undang-undang dan keputusan menteri serta peraturan lainnya. Urutan penulisannya yaitu nama dokumen negara, nomor, tahun, tentang dokumen. Penjelasan “tentang dokumen” tidak satupun yang dituliskan dalam huruf kapital, kecuali nama geografis, nama negara dan jenis penulisan huruf kapital lainnya sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD). Berikut contoh penulisan daftar pustaka dari dokumen negara:

PerMenDagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) Nomor 66 Tahun 2011 tentang kode dan data wilayah administrasi pemerintahan.

PP RI (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia) Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

Terbitan Ilmiah dari Internet

Terbitan ilmiah dari internet boleh dirujuk di dalam naskah maksimal tiga sumber, hal ini untuk menjaga kualitas rujukan dalam naskah. Urutan penulisan terbitan ilmiah dari internet yaitu: Nama penulis. Tahun. Judul terbitan ilmiah [internet]. Tersedia di: alamat terbitan.

Contoh penulisan: 

[DPKHL] Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2015. Karhutla monitoring sistem [internet]. Tersedia di: http://sipongi.menlhk.go.id/hotspot/luas_ kebakaran

Privacy Statement

The names and email addresses entered in this journal site will be used exclusively for the stated purposes of this journal and will not be made available for any other purpose or to any other party.