Analisis kebutuhan ruang terbuka hijau sebagai penyerap emisi gas karbon di kota dan kawasan penyangga Kota Malang

  • Fuad Jaya Miharja Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Indonesia
  • Husamah Husamah Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Indonesia
  • Tatag Muttaqin Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Indonesia
Keywords: RTH, emisi karbon, Malang

Abstract

Pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di Malang diperlukan sebagai penyeimbang emisi gas CO2 dari aktivitas penduduk dan konsumsi bahan bakar kendaraan yang semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luasan RTH dan kemampuan serap CO2 serta besarnya emisi CO2 yang dilepaskan oleh aktivitas respirasi dan penggunaan bahan bakar minyak. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kuantitatif. Area pengambilan data dalam penelitian ini meliputi Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi yang ada di area penelitian. Metode kuantitatif digunakan untuk  menentukan luasan dan kemampuan RTH  yang ada saat ini untuk menyerap CO2 dan besarnya CO2 yang dilepaskan. Total emisi gas CO2 yang dihasilkan sebesar 535.429 ton/tahun. Kebutuhan luas RTH berdasarkan jumlah emisi sebesar 9.139 ha dengan luasan area RTH yang tersedia saat ini sebesar 13,09 ha sehingga dibutuhkan 9.126 ha lahan tambahan untuk menyeimbangkan kebutuhan atas RTH.

Published
2018-12-07
How to Cite
Miharja, F., Husamah, H., & Muttaqin, T. (2018). Analisis kebutuhan ruang terbuka hijau sebagai penyerap emisi gas karbon di kota dan kawasan penyangga Kota Malang. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management), 2(3), 165-174. https://doi.org/https://doi.org/10.36813/jplb.2.3.165-174
Section
Articles