Category Archives: Kegiatan

4 Peneliti PPLH IPB mengantongi setifikat kompetensi GIS dan Remote Sensing

Dalam rangka pengejawantahan dari peningkatan kualifikasi dan kompetensi SDM PPLH IPB, maka pihak manajemen terus mendorong peneliti PPLH IPB untuk “tak lekang oleh waktu dan tak lapuk oleh zaman” dalam meningkatkan soft dan hard skill nya via mengikuti ujian sertifikasi berbagai macam kompetensi keahlian.

Dalam era kompetensi dan globalisasi dunia yang borderless ini, maka bagi siapa saja yang tidak berupaya up to date dan meningkatkan kompetensinya dan meraih sertifikat kompetensi tersebut maka niscaya secara alamiah akan tergerus oleh masa. Oleh karena itu, dihaturkan selamat kepada Wijayanto AK yang baru saja memperoleh sertifikat kompetensi GIS Level 6. Luluk Dwi Wulan Handayani dan Luisa Febrina yang telah berserfifikat kompetensi GIS level 5, serta Sri Muslimah yang telah mengantongi sertifikat kompetensi bidang Remote Sensing (Penginderaan Jauh) Level 5.

Kepala PPLH IPB berujar: Saya senang dan bangga dengan staf-staf yang kreatif dan berinisiatif untuk selalu menjadi orang profesional dengan terus menimba pengetahuan dan meningkatkan kompetensi. Untuk staf PPLH IPB lainnya, silahkan eksplorasi sertifikasi kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kualifikasi kompetensi personel dan dalam rangka menunjang peningkatan performance kinerja PPLH IPB sebagai sebuah institusi yang profesional, kompeten, dan bereputasi dalam kiprahnya bagi pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Terima kasih.

Pelaksanaan ToT KLHS di Ambon telah dilaksanakan

AMBON, 20 november 2017, telah dilaksanakan pelatihan training of trainer Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk pusat studi lingkungan hidup perguruan tinggi, yang diikuti 20 orang peserta Pusat Studi Lingkungan Hidup Perguruan Tinggi wilayah Timur, setelah di Banjarmasin, dan Medan.

Amanat UU 32/09 dan PP 46/016 yang menyebutkan bahwa suatu kewajiban pemeritah pusat/daerah dalam menyusun KLHS sebagai syarat disahkan peraturan daerah rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) daerah. Peranan perguruan tinggi sebagai tim ahli untuk mendampingi pembuatan KLHS yang bukan dipihak ketigakan seperti pembuatan dokumen Amdal.

Bertambahnya daerah yang mengikuti pilkada membutuhkan minimal ada dua KLHS yaitu RPJM dan RTRW maka peranan KLHS makin sangat dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan MOU KLHK dan BKPSL dimana kita sebagai perguruan tinggi punya kewajiban atas pelaksanaan KLHS di daerah masing-masing. Saat ini, jumlah personil yang paham KLHS belum mencukupi. Semoga kerja sama PSLH dan wadah BKPSL makin baik dan berjalan sempurna.

Training of Trainers Regional Medan dilaksanakan 6-10 November 2017

Medan 8 November 2017. Pelakasanan pelatihan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) di wilayah Barat dilaksanakan di kota Medan bertempat di Grand Swiss Belt Hotel yang diikuti oleh 17 peserta dari perwakilan PSLH perguruan tinggi wilayah barat dari provinsi Aceh sampai Lampung.

Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal 6-10 November 2017. Pada kesempatan pembukaan Ketua BKPSL Indang Dewata menyampaikan terima kasih kepada pihak ESP3 Danida yang diwakili Bapak Yudha dan KLHK oleh Bapak Krisna Kumar mewakili direktur PDLKWS. Harapan terbesar ketua BKPSL adalah para peserta PSLH dapat menjadi agent of mind set change di daerah masing-masing tentang pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, peserta PSLH diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam memahami dan melaksanakan UU No. 32/2009 tentang RPLH dan PP 46/2016 tentang KLHS melalui membangun kerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat.

Kegiatan Training for Trainer (TOT) di Regional Kalimantan dilaksanakan

Banjarmasin, 30 Oktober 2017. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan Global Green Growth Institute (GGGI), Hatfield, BKPSL mengadakan Training for Trainer (TOT) Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pada 30 Oktober – 2 November 2017 di Banjarmasin.

TOT ini merupakan implementasi dari kerjasama KLHK dalam hal ini Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor (PDLKWS) yang dituangkan dalam bentuk Letter of Intention (LOI).

Kegiatan TOT ini adalah yang ke-4 kalinya dan GGGI berperan sebagai pemberi hibah kegiatan. Pada TOT sebelumnya di Jakarta, Solo, dan Makassar, ESP3 Danida berperan sebagai pemberi hibah.

TOT di Banjarmasin diikuti oleh anggota BKPSL Regional Kalimantan yang terdiri dari PPLH Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin), Universitas Palangka Raya (Palangka Raya), Universitas Mulawarman (Samarinda), Universitas Tanjungpura (pontianak) dan Universitas Borneo Tarakan.

Prof. Gusti Muhammad Hatta, mantan menteri lingkungan hidup, berkesempatan sebagai pembicara tamu.

Terima kasih.